05 December 2006

aku menikah, akhirnya..

akhirnya rencana untuk sesi foto pre wedding jadi juga. itupun setelah tidak tahu lagi mau foto dimana. maklumlah, padatnya jadwal pekerjaan membuat kami harus berpikir ulang untuk mencari lokasi yang sebelumnya telah ditentukan. awalnya ide foto-foto ini adalah di taman kanak-kanak, dan jembatan penyeberangan. namun ide itu patah ketika hari telah beranjak sore. tapi foto untuk nikahan harus segera kelar. muncullah ide untuk berfoto di roof lantai sembilan. tanpa ganti seragam, aku langsung menuju tempat pemotretan. hanya istriku saja yang mengganti bajunya agar tidak terkesan trans minded. sambil menculik titus adjie, dan helena, kami langsung foto-foto. berbagai posisi dan gaya sudah kami coba. namun foto yang diinginkan tidak juga didapat. akhirnya titus berinisiatif untuk mem-foto kami berdua secara candid. dan inilah hasilnya. begitu juga dengan helena, saat istirahat di sesi foto pre wedding tersebut, iseng aku minta helena untuk mengambil foto. ternyata hasilnya cukup mengembirakan. dengan bergaya sedikit preman, dan rupa istriku yang kalem itu, jadilah sebuah foto yang aku namai "anak medan bersama istrinya". tidak sampai disitu aja, kelar sesi foto, aku harus mengedit gambar yang ada. dengan bermodalkan kemampuan photoshop yang pas-pasan, aku mencoba untuk membuat foto ini jadi lebih bagus. berbagai warna, dan tehnik aku buat, dan hasilnya seperti yang anda lihat sekarang.special thanks to. titus adjie and helena

lupa

kurasa lama kali aku tidak menulis apa di blog ini. bukan karena aku tidak punya ide lagi buat menulis. tapi entahlah aku pun tidak tahu penyebabnya apa, apakah karena aku sudah tidak punya waktu luang lagi atau..ah. entahlah. lebih baik aku tidur saja menyambut hari esok.

mimpi ini

bermimpi ditengah teriknya matahari bukanlah keinginanku. ia datang dengan serta merta melayang di ruang imajinasi pikiran. bukan aku ingin menolaknya, tapi bunga mimpi ini seperti terbakar saja. merah menyala, bagai belombang meteor yang menghujam alamku.
bermimpi akan dimalam hari, bagiku adalah kesejukan yang tiada terkira. ingin rasanya mendekap erat mimpi hingga merasuk ditubuhku. merasuk bagai siraman hujan di panasnya bumi.
aku merasa keinginan ini terlalu luas untuk dijangkau tangan. terlalu bebas berkeliaran dirongga pikiran, hingga pada akhirnya mimpi ini sulit untuk dijangkau. benarkah?.
apakah arti mimpi ini sama?, entahlah. aku tidak takut jika mimpi ini menjauh menghindari jangkauan tanganku, atau ia bersembunyi dengan indahnya dipelupuk mataku, dan menari berputar lalu menghilang.
aku ingin punya roh kecil yang akan setia menemani tubuh dan fisikku dikala aku letih dihajar waktu. membayangkannya saja sudah merupakan keindahan bagiku. sedap dipandang mata, sejuk pula dihati.
doakan saja teman, roh kecil akan hadir menambah lengakapnya suasana hati ini.

romyrahadian

sahabat..

telah lama jemariku tidak menjenguk tuts keyboard komputer ini. satu hari, dua hari, entahlah.. hari ini ingin rasanya aku bergumul mesra dengan tuts keyboard ini menyentuhnya secara lembut sambil membelai harus kulit plastiknya. hingga dia tahu kalau aku ada dan telah hadir memenuhi ruang pikirannya. kurasa, lama juga aku tidak mengeluarkan isi hatiku melalui huruf-huruf dan angka angka ini. mencurahkan segala beban dan kebencianku terhadap sesuatu yang tidak bisa aku katakan. awal pertama bersentuhan denganmu, ada rasa gagap menyerbu ruang pikiranku. menyerbu secara lamat-lamat hingga membentuk sekat yang memanjang menutup saluran pemikiranku. aku ingin menuangkan semuanya. tapi ketika jemari tanganku menyentuh kulit halusmu, geragap pemikiranpun menguasai semuanya. hingga akhirnya....
hanya ini yang aku tulis..

24 November 2005

ulang tahun

senang rasanya ber-ulang tahun kali ini. meski usiaku tidak muda lagi, namun ulang tahun kali ini memberikan suasana baru dalam perjalananku menghitung banyaknya tahun di setiap 24 nop. pada tanggal 24 dini hari, ucapan selamat ulang tahun silih berganti memenuhi ruang pesanku. begitu juga dengan siang harinya, pesan-pesan indah juga masuk tanpa kendala yang berarti. jelas, aku sangat senang menerima ucapan selamat ulang tahun ku yang sudah berjalan kepala tiga ini. disatu sisi, aku sangat senang menerima sms ucapan tersebut. sempat juga aku terharu menerima ucapan selamat dari mereka. ternyata, di dunia yang ku anggap keras ini, masih banyak kelembutan dan kepedulian yang tersimpan dari jiwa teman-temanku. terimakasih teman.
namun disatu sisi, aku semakin gelisah mengingat umurku yang sudah kepala tiga ini. membayangkan banyak hal yang belum aku penuhi dan jalani hingga umurku sekarang. pernikahan, kemapanan, atau segala kedewasaan belum lagi terlaksana.
apa yang sedang aku pikirkan?, aku tidak tahu apapun tentang apa yang harus kulakukan. mungkin aku masih menikmati hidup yang baru saja kujalani, dan mungkin juga waktunya sudah telat ya..?.
entahlah, kadang aku ragu untuk memulai sesuatu yang baru, atau ragu mencoba keberanianku untuk menantang hidup sekali lagi.
huuuh..

19 November 2005

saraf imaji

duh, betapa sulitnya menggambar saraf imaji. sebuah saraf yang telah terpanggang oleh rutinitas keseharian, yang memaksa kita untuk terus membelah pemikiran yang terkadang tidak masuk akal.
mungkin aku, kau, atau kalian telah menggenangi seluruh isi kepala dengan segala bentuk kreativitas yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. dan jujur saja, inilah kesenduan pemikiran yang terliar yang pernah dirasakan.
berpikir dan terus berpikir, hingga kita lupa ini dimana, hari apa, atau secarik kertas yang kita bawa tadi. segila itukah kadar "membelah otak" yang aku katakan tadi..??. kalian pasti belum menemukan jawaban atas pertanyaan ini.
atau, belum lagi kita harus meluangkan waktu untuk mandi, kita sudah harus bersiap-siap untuk "membelah pemikiran" kembali. ternyata, hidup dan perjuangan ini sangat aneh. sama anehnya bila kita tidur sambil berpikir. "besok aku harus melakukan apa..?". lucu yah..
tapi, inilah saraf imaji yang kita miliki.

09 October 2005

kenikmatan penyakit

Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki dibelantara Jakarta ini, penyakitku semakin kambuh saja. Penyakit lama yang tidak bisa kuhindari bila malam datang menjelang. Ditambah lagi dengan rutinitas kerjaan, atau keisenganku mengutak-atik komputer hingga dini hari. Belum lagi kalau malam minggu, sudah dapat dipastikan aku akan tetap "menyala" hingga matahari terang kembali.
Mungkin sebagian orang merasa heran kalau aku sangat terjangkit penyakit yang namanya "begadang". tapi, penyakit ini sungguh memberikan "kenikmatan" yang tiada tara, begitu orang sering bilang.
Sambil ditemani sebungkus rokok, secangkir teh atau susu sachet, dan roti kering, aku sudah cukup tenang menghabiskan malam hingga pagi menjelang.
Apa ya yang kupikirkan?, sepertinya tidak ada. biarlah "kenikmatan" ini menjadi tungganganku meniti karir.

memanggul kematian

aku bermimpi "memanggul kematian". sebuah mimpi yang tidak pernah aku mimpikan sebelumnya. bagiku ini terasa sangat mengerikan, bahkan masih kuat diingatan tentang mimpi "memanggul kematian". memang mimpi adalah bunga tidur, tapi bunga tidur ini sangat meresahkan hati. saat aku menjemput tidur, tidak terbersit sedikitpun tentang apa yang akan menjadi mimpiku. sebuah mimpi memanggul orang yang telah mati disebuah tempat yang sangat gelap dan pekat. di saat aku "memanggul kematian" ini, aku berjalan kearah yang tidak kuketahui tujuannya. semuanya hanya hitam pekat yang ada. kupanggul kematian ini dengan pundak sebelah kanan, dan jasad yang kupanggul dengan beralaskan kain putih seolah memandangku tanpa ekspresi. pucat, dingin, dan diam. dalam sekian waktu aku bermimpi tanpa kata, jasad kematian mengeluarkan air hingga membasahi seluruh kain putih yang menyelubunginya. tanpa terasa, aku "memanggul kematian" ini seolah telah sekian lama. dalam benak mimpiku, hanya satu tujuan yang tidak bisa kurasakan karena semuanya gelap dan pekat. aku tidak tahu apakah mimpi ini bunga tidur yang memiliki makna atau tidak. hingga saat ini aku masih bertanya dalam hati arti dari mimpi ini. dan semakin menggelisahkan ku.adakah diantara kalian yang mengetahui arti dari mimpi ini?, agar bayang ilusi ini mengabur menjadi sebuah keyakinan kalau semuanya akan baik-baik saja.

akankah dia ada?

tiga musim telah terlewati begitu saja dengan sia-sia,
namun ingatan akan jiwa keindahan,
masih melekat begitu kuatnya di jiwa ini.
dan kesedihanpun kembali menderaku,
ketika jiwa keindahan semakin menjauh
tanpa aku sadari,
aku selalu mempertanyakan keberadaannya,
disetiap jalan-jalan yang kulewati dengan penuh penantian.
jiwa keindahan telah pergi. Ini keluhku.
bila aku melihat sorot mata tajamnya yang sekilas itu,
kembali aku bertanya, akankah dia ada?.
jujur saja,
keberadaan jiwa keindahan telah mengganggu pikiranku,
yang terus didera dengan rutinitas
tanpa pernah sekalipun mencoba berdamai dengan kehidupanku.
akankah dia ada?.
jiwa keindahan,
musim telah berlalu begitu cepat,
namun kegelisahan akan sosok hadirmu
selalu menghangatkan sisi ruang bathinku
jiwa keindahan,
jawablah semua ungkapan yang keberikan padamu,
agar jiwa ini tidak lagi mempertanyakan arti hadirmu
dedicated to : jiwa keindahan

eksekusi mati

di hari akhir penantian ini, tanpa terasa benturan benturan hebat di syaraf pikiran ini telah menguasai segenap isi kepala ku. masa penantian yang tinggal menghitung hari membuatku seperti sedang "meregang nyawa" atas keberadaanku ditanah perantauan ini. awalnya, aku tidak takut dengan apapun yang akan terjadi di sini, di lahan perantauan ini. tapi gelombang dan amukan suara suara yang beterbangan disekitarku telah membuatku tergagap atas hari penantian ini.
aku tidak akan bertanya lagi atas apa yang telah kulalui ataupun masa yang kulewati dengan penuh kesenangan maupun penderitaan. karena semuanya akan membuatku semakin meniadakan arti.
beberapa hari lagi, beberapa ataupun semua dari kita akan melewati sebuah "eksekusi mati" dari sang penguasa, kapitalis tepatnya. sebuah "eksekusi mati" yang diumumkan atas dasar tidak ada pertimbangan tentang pembenaran atas apa yang telah diberikan. menunggu memang saat saat yang menjemukan semua orang. tidak aku, kau, ataupun mereka.
banyak hal yang telah terjadi disini, kegamangan beradaptasi, keinginan yang surut karena di hantam ketidakpastian, ataupun kegelian sebuah drama gerak yang dilakoni oleh para pendahulu kita. belum lagi keramahan bermuka garang yang siap menerkam atau mencabik sebuah keluguan yang dibawa dari tanah leluhur.
tanpa disadari, banyak dari sahabat yang lebih dahulu menjemput "eksekusi mati" karena tidak sabar menjemput "kematian" yang disengaja. bagiku lebih awal menjemput "eksekusi mati" adalah sebuah pilihan atas apa yang telah terjadi. mungkin pertimbangan ini dibuat karena "penjara" terlalu sesak untuk dihuni, atau "penjara" ini terlalu kejam untuk di diami.
saat ini, aku tertawa dalam duka. tertawa ketika semua orang seolah tidak peduli atas penantian ini. mungkin karena anggapan semuanya akan baik baik saja telah memeriahkan suasana hati, ataupun dongeng panjang sebelum tidur menjemput pagi dari pendahulu kita.
aku sedang mencari pembenaran atas hal ini.

.....................

teman, kesedihanku telah memenuhi rongga dada ini, sesaknya pun tiada terkira. kepala pun tertunduk menahan kesedihan yang mendalam. rasanya tak kuasa melihat kekecewaan yang menghadang di barisan terdepan.
teman, kata pun sudah tak lagi terangkai, suara pun tidak lagi keluar. "eksekusi mati" ini terlalu cepat dari batas waktu yang diberikan. sungguh tidak adil bagi kami.
selamat jalan teman , selamat berpisah, selamat genangi air mata.

hembusan angin

disini aku berdiri dalam kesunyian senja
angin semilir menghembus tubuh lelah ku
terlalu banyak yang terjadi hari ini
kepedihan dan kepenatan jelas menghampar didepan mata,
disini aku masih berdiri dengan lemahnya
mencoba menantang hembusan angin yang menyerbu
meski terkadang limbung kala angin menghempas tubuh ini
entahlah,
entah apa yang ku pikirkan saat ini
aku hanya mencoba menguatkan hati ini kalau,
semuanya akan baik baik saja.

sakit

kenapa harus ada rasa sakit?. inilah pertanyaan yang berulang-ulang memenuhi rongga kepalaku, yang tidak pernah bisa berhenti berpikir. kadang aku menyimpulkan rasa sakit adalah sebuah kesialan atau "bad day"-nya diri ini. benarkah rasa sakit itu hanya sebuah kesialan yang tidak disengaja?.aku saat ini sedang membayangkan kalau rasa sakit secara fisik mungkin ada obatnya, meski terkadang butuh waktu yang lama. tapi kembali, benarkah awal sebuah rasa sakit itu hanya kebetulan yang mengharuskan kita untuk merasakan derita fisik yang tidak diinginkan?. ataukah, rasa sakit itu memang disengaja agar diri ini menjadi tersiksa dengan merusak fisik hingga rasa sakit itu betah hinggap ditubuh. manakah yang benar?.dan bagaimana pula dengan rasa sakit yang lain, yang membutuhkan perawatan intensif, atau rasa lainnya yang tidak bisa disembuhkan bila telah terluka, berlubang dan membekas lebih dalam.adakah rasa sakit yang tidak ada obatnya?. atau bisakah tidak pernah merasakan sakit, seperti mati rasa?

27 August 2005

pembebasanku

aku ingin menjadi pemberontak bagi diriku sendiri. memberontak semua keadaan dan sekat-sekat yang ada disetiap bagian tubuh ini. mencoba melepaskan setiap belenggu yang menyesakkan nafasku, hingga aku terbebas, lepas, seperti menyeruak mencari sinar terang.

aku ingin bebas terbang kemanapun aku suka. aku ingin pergi kemanapun aku mau. pergi dengan segumpal darah dan semangat yang menyala melewati setiap pengalaman semua orang. aku ingin pergi bebas lepas menerjang segala halangan yang bergumul dalam pikiran ini.

aku ingin lepas, hingga semuanya terbang menyentuh langit bebas. lepas, terbang, melayang, tanpa ada satupun yang membelengguku. bukan pikiran, individu, maupun rotasi sosial yang membuat pembebasanku akan semua hal menjadi terbelenggu.

aku ingin semua orang tahu kalau aku ada, begitu juga tiada. aku ingin berdiri tegak sambil memegang tiang lampu jalan, menatapi orang yang sibuk lalu lalang, berjalan cepat mengejar sang waktu hingga tak sadar matahari telah terbenam dengan sempurnanya.

atau aku ingin seperti pedang yang tertancap di tengah gurun pasir, bergoyang dihembus angin, dan berdiri tegak dalam kesendiriannya. Aku ingin sendiri, duduk, diam, dan tenang, hingga semua orang tahu kalau aku punya kebebasan.

16 February 2005

secangkir kopi

pagi ini, secangkir kopi hangat telah tersedia disamping ranjangku. secangkir kopi hitam yang begitu harumnya selalu membangunkan aku setiap paginya. tapi aku sering bertanya, siapakah orang yang begitu baiknya, begitu ikhlasnya menyediakan secangkir kopi hitam disamping ranjangku?.

ternyata aku masih bermimpi, bermimpi tentang sebuah jiwa yang lain, yang selalu setia menemani kemanapun aku pergi.

15 February 2005

waktu ini

ternyata waktu tidak mengajari apapun selama bertahun-tahun. yang aku tahu, sejak kemarin waktu tidak pernah menghampiriku. bila waktu melihatku, waktu pasti berlari sekencang mungkin menghindariku. hingga aku terengah-engah mengejarnya. aku tidak tahu, apakah waktu telah membenciku.

dan anehnya, di saat aku lengah, waktu selalu membuaiku dengan nyanyian dan mimpi yang indah, hingga aku terlelap. tapi, begitu aku tersentak bangun, waktu seakan ketakutan, dan secepat kilat berlari menghindariku dengan raut muka pasinya.
kembali aku tertinggal dan lelah mengejar sang waktu.

kadang aku berpikir, kecepatan waktu ini sungguh tidak bisa dikalahkan oleh apapun. tiba-tiba saja aku telah dewasa tanpa melalui proses tumbuh kembang. aku sudah dewasa rupanya.

dan, waktu belum mengajari aku tentang apapun, dan aku masih terus mengejarnya.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?